span.fullpost {display:none;}

menari di awan

"perjalanan panjang setelah tenggelam" menjajaki alam untuk mencari cahaya

Tuesday, December 12, 2006

Mimpi

kapan terakhir saya bermimpi?
ehm...rasanya tiap hari saya bermimpi, entah mengapa hiasan hidup ini terasa indah dengan adanya mimpi. Kemarin malam hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya, dingin dan lelah berjuang tuk pulang ke rumah dan tidur untuk kembali bermimpi, berteduh di depan mc'danal pasaraya manggarai bertemu dengan tetangga yang sering bertemu tapi jarang ngobrol eh...tau tau jadi akrab gitu..."tetangga" saya pikir saya gak bisa ngobrol2 sama yang namanya tetangga karena saat ini sosialisasi antar tetangga kayak'nya kurang gitu
sebelum saya sampai ke depan mc'di itu, saya sempat bertemu dengan teman SD, yang saya kira juga lupa dengan saya tapi ternyata dia masih ingat sama saya, dan memberikan payungnya tuk berdua ketempat yang sama. lagi-lagi saya pikir teman akan lupa...namun ternyata bisa diajak asik juga karena dulu ketika SD jarang ngobrol apalagi SMP, padahal smpnya sama juga, SMA pun jarang ngobrol karna beda sekolah tapi kan sering ketemu di jalan.
tak lama kemudian saya bertemu dengan teman SMA yang memang sudah janjian, ya...hanya sekedar berbagi pengalaman...tetap asik tuk bercanda kok...
selang kemudian ketemu guru saya yang sekaligus jadi bapak angkat saya, ngobrol sebentar trus ia punya kepentingan yang lain...

Ya begitu lah hidup...tak bisa lepas dari sosial, berkomunikasi dan berinteraksi. saya bersyukur mereka semua masih menganggap saya sebagi bagian dari kehidupan. Di saat ini, dimana manusia disibukan dengan kepentingan2 yang bersifat untuk mencari manfaat dan mengejar cita2, rela berkorban demi masa depan yang cerah dan sukses. Rasanya menjemukan melihat kehidupan ini seperti robot ataupun mesin, bukan berarti lepas tanggung jawab, saya hanya bosan dengan individualistik...yang dipengaruhi oleh mimpi-mimpi, ya,,, mimpi-mimpi...lalu apa salahnya bermimpi dan mengejarnya...? saya sendiri juga tidak mengerti bagaimana bermimpi?
namun bukan berarti saya tak punya mimpi...
mimpi...
berani bermimpi...


Read more!

Friday, December 01, 2006

aku ingin terbang

"dalam sejarah tak akan pernah habis yang namanya tangis dan tawa
antara sejati dan khayalan, antara manusia dengan alamnya, juga Sang Penciptanya"

"hidup tak lebih dari permainan dan senda gurau belaka" (tersirat dalam Al an'am : 32)
"hidup terdiri dari beberapa pilihan namun hanya orang-orang yang kuat yang berani mengambil risiko" (cermin soekanno)

kenapa tidak kau bawa hidup ini dalam sebuah perjuangan akan mencari kebenaran?
mencari kebenaran...mencari arti hidup...mencari kesejatian akan kehidupan...

diantara getirnya hawa ini, langit memberikan air yang sejenak menyejukan warna kehidupan, awan-awan putih bernyanyi melilit waktu, di ruangan penuh manusia yang sibuk akan menggapai cita-cita yang didambakannya aku duduk ditempat paling pojok sambil memainkan jari dan memandang langit. sebuah gedung tempat mahasiswa yang katanya kaum intelek terlihat memudar karena air hujan memandinya.

lupakan intelek! lupakan intelek!
wajah-wajah generasi mahasiswa saat ini sama sekali tak menghargai perjuangan kehidupan akan kebenaran sejati, teringat sejarah jaman kolonial dan imperialis, manusia kebanyakan memilih ketenangan dan tak pernah berontak ketimbang bergerak menuju perubahan, disaat kapitalis menjadi dasar kehidupan...disaat harga diri tak lagi berharga...disaat manusia merasa aman dengan kehidupannya...disaat sebagian masih harus memakan sisa-sisa sampah...

lupakan orang miskin!
mari kita senang-senang nikmati kehidupan yang penuh cinta dan keindahan, penuh kehamburan, mari kita habiskan hidup ini dengan mengejar cita-cita kita, belajar menjadi manusia paling sukses, kita tak perlu belajar sejarah pahlawan dulu, kita jangan bicarakan pergerakan, kita pikirkan masa depan kita bahwa jaman ini adalah jaman persaingan, yang kalah akan mati dan yang menanglah yang hidup...

hanya bisa mendukung!
saya harus menjaga keluarga saya, saya mempunyai kewajiban pada pekerjaan saya dan tugas-tugas kuliah saya, kalau tidak, nilai saya hancur! aduh bingung tugas banyak banget...ich mending maen PS atau pacaran deh dari pada pusing sama tugas-tugas. kesel banget gw ngeliat tu orang kerjaannya belajar mulu, ngomonginnya tugas mulu. ah elah...sit dengan itu semua...

ya...beginilah hari-hari yang kulalui, sebagian orang berpikir itu! sebagian lagi ini! dan macam2 yang gak ada habisnya...


sepertinya perjalan kehidupan ku memaksaku utntuk melihat kebenaran dan mencari, lalu menggapainya...
sepertinya alam ini mengajarkan aku untuk menoleh sejenak...menoleh kebenaran...mencari kebenaran...

masalah yang sesungguhnya adalah saat kita merasa jauh dengan Allah SWT, dan saat kita Lupa Pada Allah SWT... (Ust. Mansyur)

sepertinya saat ini aku sangat jauh dari Allah swt, bahkan entah apa lupa pada Allah swt, namun keyakinan ku tak sedikit pun robek bahwa aku ditakdirkan bukan untuk menjadi orang-orang yang lemah. kekuatan yang tak pernah luntur ini tercipta karena Allah SWT mengajarkan aku terbang menuju cahaya mencari suatu makna akan kebenaran dengan perjalanan dan tarian-tarian ku di awan.

sepertinya sudah cukup aku menari di awan, di sana ada pergerakan yang siap mengajarkan aku terbang menembus cahaya. Ada cinta yang menjelaskan tentang kesejatian.
Pada-MU aku kembali...Pada-MU aku kembali...Pada-Mu semua kembali...
yang jadi pertanyaan ku dalam hati yang kecil penuh dengan lumpur-lumpur ini ialah "sudah siapkah aku kembali...sudahkah siap aku kembali...sudahkah kita siap untuk kembali"

(ini tak lain untuk mengingatkan aku tentang kehidupan, kehidupan yang fana)

Read more!

Sunday, October 08, 2006

Ramadhan yang hijau

Panas menggelora di diluar rumah namun tetap saja trasa sampai ke ubun-ubun ini, angin sepoi-sepoi membawa hawa yang semakin panas terasa di ruangan itu, ruang tempatku berdoa menundukkan wajah dan memejamkan mata. "walau hari ini panas namun aku tidak ingin merasakan panasnya hari nanti..." untaian kata ini hanyalah celah-celah kata yang keluar sesaat, matahari tepat 90 derajat dari muka bumi.

Setelah shalat zuhur, ku lanjutkan dengan sedikit membaca ayat-ayat Al-Qur'an, suasanapun agak menjadi tenang. Biarkanlah hati ini larut dalam pencairan suara-suara indah Al-Qur'an yang terus terucap, air mata ini hampir jatuh ke pipi yang kering ini, bukan karena saya mengerti terjemahan ayat-ayat-Nya, bukan... karena saya sendiri tidak mengerti terjemahan ayat per ayat-Nya. Karena aku tak tahan merasakan sejuknya bahasa dan mengingatkan aku akan perjuangan Rasullullah, aku semakin malu...

Otak terus merenung, siapa aku? dimana aku? kemana aku?

yang ku tahu tentang diriku, diri ini selalu melakukan hal yang tidak bermanfaat bahkan berbuat yang tidak-tidak sehingga tercatat sebagai orang yang sering melakukan dosa, ya...dosa yang kulakukan dalam ruang dan waktu hanyalah kegiatan yang tak ada manfaatnya.

yang ku tahu tentang keberadaan ku, aku berada di dunia tepatnya di planet bumi, salah satu planet yang kecil dibanding dengan matahari ataupun planet-planet yang seperti yupiter dan kawan-kawannya, selain itu bumi ini ada dalam sebuah galaksi bima sakti bersama matahari dan anak buahnya, galaksi inipun masih banyak lagi sehingga bumi seperti semut di kawasan hutan yang luas. Saya berada di daerah paling kecil dan sempit diantara hamparan bumi.

yang kutahu tentang tujuan ku. hmmm...hmmm...disinilah panas matahari semakin terasa lagi, bibir pecah karena keringnya hari, air mata ingin meluap, jantung pun berdetak dengan lebih keras, suara-suara yang terdengar dari luar keramaian seakan tidak ada lagi, wajah ku semakin menunduk. Kemana? Kemana? saat itu seperti hampa...
aku teringat akan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengatakan "kembalilah wahai ruh yang tenang" hanya itu yang aku tahu dan aku ingat...

Rasanya saat itu aku ingin terbang...aku ingin melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat...tapi saya bukanlah Nabi, sahabat Nabi ataupun para wali yang dengan rela iklhas menegakkan kebenaran. Saya jadi tersenyum kagum kepada para pejuang yang berjuang dijalan Allah SWT, semoga shalawat selalu terkirim kepada mereka.

Kembali lagi suasana yang kering dan panas, kali ini mengingat diri ini, apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain? jangn jauh-jauh deh, buat keluarga ku? diam kembali hati ini. Begitu banyaknya kekurangan-kekuranga yang ada didiri ini, begitu banyaknya hal-hal kebaikan yang belum saya lakukan dan saya manfaatkan diri ini sebaik-baiknya. Astagfirullah...

selesai membaca Al-Qur'an tubuh ini lemas tiada kira, saya coba tenangkan. Di sebelah kanan saya ada sebuah kasur berwana hijau, saya langsung membaringkan tubuh, aliran darah terasa lancar, tulang-tulang seperti diganti yang baru dan otakpun terasa sejuk kembali walau panas tetap ada, namun tak sepanas ketika saya ingin menangis tadi. Alhamdullillah...

Tak lama kemudian mata ini memejamkan mata, ruh ini pergi tah kemana, tiba-tiba ada sms bunyi saya pun mengangkatnya, nada sms itu "astagfirullah... astagfirullah... "terus menerus sampai akhirnya saya sadar bahwa saya sedang tidur...saya ingin bangun namun agak sedikit susah, kalimat itupun terus terdengar hingga akhirnya saya ikuti kalimat itu dan setelah saya mengucapkan astagfirrullah, saya pun terbangun.

selesai bangun agak sedikit lega, saya coba sadarkan diri, lalu...
ada yang aneh tadi yang sms siapa, sedangkan HP saya aja ada di tempat lain...mana HP yang bangunin saya...terhentak diam dan bingung .ya sudahlah...
saya cepat-cepat mengerjakan kegiatan yang lain...

Ramadhan yang hijau...
jangan pergi dulu sebelum hati ini menjadi hijau...
tepat kemarin siang kejadian ini terjadi
MAAFKAN SAYA JIKA BANYAK SALAH

Read more!

Thursday, September 21, 2006

KIAMAT !

Di waktu yang menentukan ini azan mahgrib hampir berkumandang, semua orang teriak sekencang-kencangnya, keringat begitu banyak membasahi tubuh ini sampai-sampai baju saya basah lepek. Nafas yang tersisa memaksa mengeluarkan semua energi, teriakan teman-teman saya pun semakin dahsyat dan membara.
Ketika itu bumi yang bulat memutar dan bertabrakan diantara para manusia yang sedang memanas, angin yang sore itu pun ikut bernyanyi dalam penentuan itu, namun akhirnya benda yang seperti bumi itu terbang akibat tubrukan manusia, pelan dan terus berputar seperti pesawat ufo.
Dan akhirnya!Gol..gol..
sebagian senang tertawa, sebagian lagi menundukan kepalanya
waktu belum selesai...pergantian pemainpun terjadi! namun tetap saja tak berkutik, padahal banyak peluang-peluang tapi tetap saja tak berhasil!
ya...inilah kiamat nama team futsal saya, dengan nama kiamat team saya berharap dapat mengalahkan siapa saja lawan yang akan bertanding melawan team saya. sungguh terasa kekalahan kali ini dan inipun menjadi kekalahan pertama buat team saya (kiamat), padahal kami ingin mengukir sejarah yang keduakalinya karena kira2 setengah tahun yang lalu di fakultas kami mengadakan kompetisi futsal dan kami yang menjuarainya, saat itu benar2 indah karena team saya termasuk team yang baru dan masih muda2, dan lawannya senior2 dari departemen manapun.
kekalahhan ini! hanya sedikit terjadi kesalahan namun menimbulkan konflik yang berkepanjangan yang tak perlu terjadi, padahal kalu saja team saya menang pada pertandingan ini sudah pasti sejarah terukir kembali untuk team kami (team satu angkatan yang kompak) karena pertandingan ini di final!
Bisa menang! ya bisa lah...di prediksi kiamat bakal juara lagi, karena di semifinal team kiamat bertemu dengan saudaranya yaitu team sudah dekat (satu departemen),yang di personilkan campuran angkatan dalam satu departemen difinal ini, ya..ada sedikit ego di pertandingan semifinal ini! team sudah dekat menginginkan pertandingan semifinal di isi oleh anak satu angkatan, karena mereka angkatan atas saya akibatnya pertandingan semifinal itu menjadi pertandingan antar angkatan dalam satu departemen sehingga fisik dan mental kami berubah derastis, namun akhirnya walau kami lebih muda dan saat itu kami kehilangan dua striker utama karena yang satu sedang pergi entah kemana tapi akhirnya datang juga setelah pertandingan selesai dan yang satu lagi menjadi musuh kami karena memang kami memasang dia di team kiamat untuk kompetisi kali ini. skor 2 sama disemifinal dan dilanjutkan adu penalti, kami menang dengan skor 3-1.

kembali kefinal! ada beberapa sejarah penting yang biasa terjadi dalam pertandingan di team kiamat.
biasanya team kami selalu kemasukan gawang dengan 2 kebobolan sehingga kiper kami mendapat julukan kiper dua gol. tapi difinal ini hanya satu gol, jadi kami kalah dengan sekor 0-1.
biasanya kami selalu menang dalam pertandingan ini, saat pertandingan persahabatan maupun kompetisi, namun kali ini gagal di final. pernah juga sih kalah sekitar 3 bulan yang lalu saat difinal tapi itu bukan kiamat karena gabungan antar angkatan. sebenarnya final inipun bisa menang asala jangan ada yang ngutik-ngutik pergantian formasi maupun pemain akibatnya kami kalah karena tidak 100% anak kiamat yang bermain.

rasanya tak akan ada habisnya jika menyalahkan orang lain, memang kami yang salah namun bukan berarti kami patah semangat. Sebentar lagi Bulan Ramadhan, sebelum masuk ke bulan ramadhan ini kami bersyukur sudah diberikan pelajaran yang berharga, karena kemarin penonton pertandingan kami sempat rusuh dan hampir ribut karena kejailan mulut. Namun bisa di atasi, jaga emosi...mungkin yang akan terkenang sebelum Ramadhan ini. Walau kami kalah, kami diusahakan oleh panitia tetap lolos ke putaran selanjutnya, kompetisi setingkat universitas, bukan fakultas lagi. Inilah yang kami tunggu...KIamat........sudah dekat....

Read more!

Monday, September 11, 2006

melihat diri ini

beruntunglah! karena di setiap saat, rumahmu terdengar nyanyian Al-Qur'an.
beruntunglah! karena mata mu selalu terjaga, karena lisan mu penuh cinta akan kebenaran dan kebaikan
beruntunglah! karena yang kau dengar hanya kata-kata menuju cahaya
beruntunglah! karena sikap mu sesuai dengan apa yang kau ucapkan
beruntunglah! karena sahabat-sahabat mu saling menasehati dengan kesabaran
beruntunglah! karena keluarga mu dapat membimbing mu pada jalan yang lurus
beruntunglah! karena pakaian mu memancarkan aura sifat yang sejati
beruntunglah! karena kau tahu kemana kau harus berjalan
beruntunglah! karena waktu tak pernah menertawai mu

sepertinya, inilah yang membuat saya iri melihat teman-teman saya, yang hari-harinya penuh dengan semangat akan kebenaran dalam hidup ini!

Wahai sahabatku! dekatlah terus bersamaku dan ajarkan aku melihat cahaya itu! cahaya yang satu!
karena aku! bosan akan kenakalan ini
karena aku! bosan dengan tawa tak jelas ini
karena aku! bosan dengan kebohongan dunia ini
karena aku! bosan akan dosa-dosa ini
karena aku! bosan dengan suara-suara yang tak pernah habis
karena aku! bosan melihat semua ini
karena aku! bosan berjalan tanpa arah ini
karena aku! bosan bicara yang tak penting di bicarakan
karena aku! ingin terbang...menuju cahaya...
maka...tunjukilah cahaya itu!

sepertinya, selama setahun ini, yang saya lakukan dan saya pikirkan terlalu jauh dari jalan yang bermanfaat. Namun, atmosfir Islam telah membuka mata hati yang buta ini. YAH...atmosfir Islamic telah membuka mata qalbu saya. Thanks for ALLAH SWT.

Read more!

Tuesday, September 05, 2006

pesan yang TERINDAH

“wahai manusia sekalian! Perhatikanlah kata-kataku ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi aku akan bertemu dengan kamu sekalian.

“saudara-saudara! Bahwasannya darah kamu dan harta-benda kamu sekalian adalah suci buat kamu, seperti hari ini dan bulan ini yang suci sampai masanya kamu sekalian menghadap Tuhan. Dan pasti kamu akan menghadap Tuhan ; pada waktu itu kamu dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatanmu. Ya, aku sudah menyampaikan ini!

“Barangsiapa telah diserahi amanat, tunaikanlah amanat itu kepada yang berhak menerimanya.

“Bahwa semua riba sudah tidak berlaku. Tetapi kamu berhak menerima kembli modalmu. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap orang lain, dan jangan pula kamu teraniaya. Allah telah menentukan bahwa tidak boleh lagi ada riba dan bahwa riba ‘Abbas b. ‘Abd’l-Muttalib semua sudah tak berlaku.

“Bahwa semua tuntutan darah selama masa jahilliah tidak berlaku lagi, dan bahwa tuntutan darah pertama yang kuhapuskan ialah darah Ibn Rabi’a bin-Harith b. ‘Abd’l-Muttalib!.

“Kemudian daripada itu saudara-saudara. Hari ini nafsu setan yang minta disembah di negeri ini sudah putus asa selama-selamanya. Tetapi, kalau kamu turutkan dia walaupun dalam hal yang kamu anggap kecil, yang berarti merendahkan segala amal perbuatanmu, niscaya akan senanglah dia. Oleh karena itu peliharalah agamamu ini baik-baik.

“Saudara-saudara. Menunda-nunda berlakunya larangan bulan suci berarti memperbesar kekufuran. Dengan itu orang-orang kafir itu tersesat. Pada satu tahun mereka langgar dan pada tahun lain mereka sucikan, untuk disesuaikan dengan jumlah yang sudah disucikan Tuhan.. Kemudian mereka menghalalkan apa yang sudah diharamkan Allah dan menghramkan mana yang sudah dihalalkan.

“Zaman itu berputar sejak Allah menciptakan langit dan bumi ini. Jumlah bilangan bulan menurut Tuhan ada dua belas bulan, empat bulan diantaranya ialah bulan suci, tiga bulan berturut-turut dan bulan Rajab itu antara bulan Jumadilakhir dan sya’ban.

“Kemudian daripada itu, saudara-saudara. Sebagaimana kamu mempunyai hak atas istri kamu, juga istrimu sama mempunyai hak atas kamu. Hak kamu atas mereka ialah untuk tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sukai menginjakkan kaki ke atas lantaimu, dan jangan sampai mereka secara jelas membawa perbuatan keji. Kalau sampai mereka melakukan semua itu Tuhan mengizinkan kamu berpisah tempat tidur dengan mereka dan boleh memukul mereka dengan suatu pukulan yang tidak sampai mengganggu. Bila mereka sudah tidak lagi melakukan itu, maka kewajiban kamulah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan sopan santun. Berlaku baiklah terhadap istri kamu, mereka itu kawan-kawan yang membantumu, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka. Kamu mengambil mereka sebagai amanat Tuhan, dan kehormatan mereka dihalalkan buat kamu dengan nama Tuhan.

“Perhatikanlah kata-kataku ini, saudara-saudara. Aku sudah menyampaikan ini. Ada masalah yang sudah jelas kutinggalkan di tangan kamu, yang jika kamu pegang teguh, kamu takkan sesat selama-lamanya Kitabullah dan Sunnah Rasullullah.

“Wahai manusia sekalian! Dengarkan kata-kataku ini dan perhatikan! Kamu akan mengerti, bahwa setiap Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dan kaum Muslimin semua bersaudara. Tetapi seseorang tidak dibenarkan (mengambil sesuatu) dari saudaranya, kecuali jika dengan senang hati diberikan kepadanya. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri.

“Ya Allah! Sudahkah kusampaikan?”

Sementara Nabi mengucapkan itu Rabi’a mengulanginya kalimat demi kalimat, sambil meminta kepada orang banyak itu menjaganya dengan penuh kesadaran. Nabi juga menugaskan dia supaya menanyai mereka misalnya : Rasulullah bertanya “hari apakah ini? Mereka menjawab : Hari Haji Akbar! Nabi bertanya lagi :

“Katakan kepada mereka, bahwa darah dan harta kamu oleh Tuhan disucikan, seperti hari ini yang suci, sampai datang masanya kamu sekalian bertemu Tuhan.”

Setelah sampai pada penutupan kata-katanya itu ia berkata lagi :
“Ya Allah! Sudahkah kusampaikan?!”
Maka serentak dari segenap penjuru orang menjawab : “Ya!”
Lalu katanya :
“Ya Allah, saksikanlah ini!”

Selesai Nabi mengucapkan pidato ia turun dar al-Qashwa’- untanya itu. Ia masih ditempat itu juga sampai pada waktu sembahyang lohor dan asar. Kemudian menaiki kembali untanya menuju Shakharat. Pada waktu itulah Nabi a.s. membacakan firman Tuhan ini kepada mereka : “Hari Inilah Kusempurnakan Agamamu”

“Hari Inilah Kusempurnakan Agamamu ini untuk kamu sekalian, dengan Kuucapkan nikmat-Ku kepada kamu, dan yang Kusukai Islam inilah menjadi agama kamu. “

dari Muhammad Husain Haekal diterjemahkan oleh Ali Audah , “sejarah Hidup Muhammad” hal : 555-556



Saya mengetik ini agar saya selalu ingat akan perjuangan-perjuangan dahulu dan agar saya tidak menghabiskan waktu dengan cuma-cuma


Read more!

Wednesday, August 30, 2006

minggu ini!

minggu-minggu ini terasa sungguh melelahkan, sampai-sampai diri tak terurus
kepala terasa ingin pecah..jantung terasa ingin meledak...
untuk apa? untuk apa?
semoga diri ini tetap kuat...kuat
sekuat karang yang dihempas ombak...
dalam kesunyian dan keramaian yang terus merajai...
menggoda bintang hati ini...
rasakan indahnya hari-hari ini...

(ya..beginilah yang saya rasakan hari-hari ini, namun saya tak'kan bisa menceritakan nya dalam blog ini, disaat seperti ini...mungkin dilain waktu...kita lihat saja!!! karena menulis di blog ini saja harus mencuri-curi waktu...dan tempat...)

Read more!